Rabu, 17 Februari 2010

Kisah Si Toriq

Bismillah..

Seperti biasanya setelah sampai kantor aku selalu mengawali aktivitas pagiku dengan hunting berita online. Akhir-akhir ini yang sering menjadi headline di sejumlah media online adalah tentang situasi politik yang memanas menjelang berakhirnya kerja Pansus Century. Tapi pagi ini ada yang nampak berbeda. Aku lihat di detikNews.com ada sebuah berita yang membuatku sangat miris sekali, judulnya “Toriq, Bayi Penderita Hydrochepalus yang 'Mengungsi' di Masjid”. (Lihat gambarnya).

Kasihan sekali nasib Muhammad Toriq bayi berumur 2 bulan ini. Toriq yang kelebihan cairan di kepalanya ini harus tidur di Masjid sambil menunggu hasil pemeriksaan RSCM. Toriq adalah anak pertama pasangan Romi (24) dan Fitri (19). Toriq menderita hydrochepalus sejak lahir.

"Kami dari Cilegon, nunggu diperiksa tanggal 24 Februari nanti, sudah setengah bulan tidur di sini," ujar Ripah, nenek Toriq.

Keluarga Toriq sebenarnya sudah melobi ke RSCM agar pemeriksaan dipercepat. Sayangnya, pihak RSCM menolak. "Disuruh mengantre, kalau harus pulang lagi kami tidak punya uang," terang ripah bernada iba.

Hydrochepalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan cerebrospinal didalam tempurung kepala. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak, khususnya pusat-pusat saraf vital. Tulang tengkorak bayi di bawah dua tahun yang belum menutup akan memungkinkan kepala bayi membesar akibat tekanan ini.

SubhanaAlloh, Maha Suci Alloh yang selalu Memberikan warna kehidupan dunia ini dengan beraneka ragam kejadian. Kita tentu sangat sadar betul apa yang dialami Toriq dan keluarganya ini adalah hal yang sangat berat bagi mereka.

Ditengah kehidupan dengan penghasilan yang pas-pasan, justru mendapat anugerah cobaan yang tidak mudah ini. Betapa tidak, untuk biaya pulang dari Jakarta ke Cilegon saja keluarga itu tidak ada ongkos, apalagi biaya operasinya.

Alloh Maha Adil bagi setiap hamba-Nya. Aku yakin Alloh pasti akan Memberikan jalan keluar yang terbaik buat keluarga Toriq. Coba kita tengok ayat ini “Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (hamba)….” (QS. Al-Baqarah: 286).

Setiap orang punya ujian hidup. Entah itu tua muda, kaya miskin, perempuan laki-laki atau apapun pasti pernah mengalami kesulitan hidup. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Jelas sekali dalam hadits diatas bahwa ujian adalah sarana bagi kita untuk 'naik kelas'. Tentu saja apabila kita berhasil 'naik kelas', kita akan memiliki akhlak yang jauh lebih matang lagi sekaligus mendapat barokah dari Alloh yang lebih banyak lagi. Kita akan menjadi pribadi yang tahan banting, tangguh dan selalu bersikap sabar terhadap semua ketentuan Alloh dalam hidup ini.

Selain untuk ‘naik kelas’, ujian juga bisa menajdi alat penghapus dosa kita. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Alloh adalah Ahli Perencana Terbaik di jagad raya ini. Dia akan Merancang perjalanan hidup kita ini sangat adil. Bahkan Alloh telah mempertimbangkan pula bagaimana supaya kejadian hidup kita salah satunya adalah untuk mengurangi dosa kita, yaitu dengan ujian hidup.

Sikap hidup dan pikiran yang positif sangat mengambil peran disini. Karena kita tidak bisa melaluinya hanya dengan ratapan dan tangisan yang berupa pernyataan ekspresif saja. Kita harus selalu berpikir bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim).

Dan yang terakhir, ingatlah bahwa Janji Alloh itu nyata. Kita harus yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Wa Allohu ‘alam bis showab,, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah si Toriq ini…